Piala Wening
Sekitar dua minggu yang lalu, saya mendapat SMS dari Rut, istri saya. Saya diminta membuat satu kalimat penghargaan untuk Wening. Katanya, kalimat itu akan di-grafir di sebuah piala. Tentu saja saya bertanya: ”Piala apa?” Rupanya, dalam rangka Perayaan Paskah, Wening ikut lomba menyanyi di sekolahnya. Hanya saja, dia belum memenangkan lomba itu, sehingga tidak mendapat piala. Dan itu membuat Wening sangat sedih. Rut kemudian memutuskan untuk membelikan piala sendiri bagi Wening. Saya sangat setuju dengan keputusan itu.
Read more »
Read more »